Selasa, 09 Juli 2013

Faktor Pemicu Timbulnya Kanker Indung Telur dan Gejalanya

Faktor pemicu atau faktor resiko dari penyakit kanker indung telur sebenarnya hampir sama dengan faktor resiko dari penyakit kanker yang lain. dari hasil analisis para ahli menyebutkan bahwa timbulnya kanker indung telur dipicu oleh beberapa hal, antara lain :

Umumnya kanker indung telur menyerang wanita yang telah memasuki menopause. Dari hasil penelitian menyebutkan bahwa sebagian besar wanita yang terkena kanker indung telur adalah wanita yang telah berumur 65 tahun bahkan lebih. Selain itu, kanker indung telur juga dialami oleh wanita yang baru menopouse saat berumur lebih dari 50 tahun.

Wanita yang tidak mempunyai anak atau mandul juga beresiko terkena penyakit ini. Selain itu wanita yang memiliki anak setelah berumur 30 tahun juga beresiko. Mentruasi yang datang sebelum umur 12 tahun. Wanita yang memakai obat kesuburan dalam waktu yang lama namun ternyata tidak terbukti memiliki keturunan juga beresiko terkena kanker indung telur. Adanya anggota keluarga yang sebelumnya telah terkena kanker indung telur atau kanker payudara juga beresiko terserang penyakit ini.

Apa saja gejalanya ?

Umumnya kanker ini menyerang secara diam-diam. Karena gejala awal dari penyakit ini sangat sulit untuk terdeteksi. Biasanya baru terdeteksi saat memasuki stadium lanjut. Secara umum, kanker indung telur mempunyai gejala seperti :
-          Saluran pencernaan yang terganggu secara terus menerus. Seperti diare, sembelit, kembung, perut terasa tidak enak serta mual-mual.
-          Nafsu makan hilang.
-          Panggul sering terasa nyeri atau sakit.
-          Sering terjadi pendarahan pada vagina.
-          Berat badan yangbertambah atau turun. Namun tidak diketahui penyebab pastinya.
-          Demam dan sesak napas.
-          Nyeri saat melakukan hubungan seksual.
-          Sering buang air kecil

Untuk memeriksakan kondisi tubuh dalam menanggulangi penyakit ini sebaiknya dilakukan pemeriksaan panggul, pemeriksaan saluran pencernaan serta analisis air kemih. Selain itu sebaiknya juga dilakukan USG transvagina, pemeriksaan kimia darah. Pemeriksaan darah lengkap serta tes darah CA-125. Pemeriksaan ini dilakukan terutama untuk wanita yang beresiko tinggi terkena kanker indung telur.