Faktor pemicu atau faktor resiko
dari penyakit kanker indung telur sebenarnya hampir sama dengan faktor resiko
dari penyakit kanker yang lain. dari hasil analisis para ahli menyebutkan bahwa
timbulnya kanker indung telur dipicu oleh beberapa hal, antara lain :
Umumnya kanker indung telur
menyerang wanita yang telah memasuki menopause. Dari hasil penelitian
menyebutkan bahwa sebagian besar wanita yang terkena kanker indung telur adalah
wanita yang telah berumur 65 tahun bahkan lebih. Selain itu, kanker indung
telur juga dialami oleh wanita yang baru menopouse saat berumur lebih dari 50
tahun.
Wanita yang tidak mempunyai anak
atau mandul juga beresiko terkena penyakit ini. Selain itu wanita yang memiliki
anak setelah berumur 30 tahun juga beresiko. Mentruasi yang datang sebelum umur
12 tahun. Wanita yang memakai obat kesuburan dalam waktu yang lama namun
ternyata tidak terbukti memiliki keturunan juga beresiko terkena kanker indung
telur. Adanya anggota keluarga yang sebelumnya telah terkena kanker indung
telur atau kanker payudara juga beresiko terserang penyakit ini.
Apa saja gejalanya ?
Umumnya kanker ini menyerang secara
diam-diam. Karena gejala awal dari penyakit ini sangat sulit untuk terdeteksi. Biasanya
baru terdeteksi saat memasuki stadium lanjut. Secara umum, kanker indung telur
mempunyai gejala seperti :
-
Saluran pencernaan yang terganggu secara terus
menerus. Seperti diare, sembelit, kembung, perut terasa tidak enak serta
mual-mual.
-
Nafsu makan hilang.
-
Panggul sering terasa nyeri atau sakit.
-
Sering terjadi pendarahan pada vagina.
-
Berat badan yangbertambah atau turun. Namun tidak
diketahui penyebab pastinya.
-
Demam dan sesak napas.
-
Nyeri saat melakukan hubungan seksual.
-
Sering buang air kecil
Untuk memeriksakan kondisi tubuh
dalam menanggulangi penyakit ini sebaiknya dilakukan pemeriksaan panggul,
pemeriksaan saluran pencernaan serta analisis air kemih. Selain itu sebaiknya
juga dilakukan USG transvagina, pemeriksaan kimia darah. Pemeriksaan darah
lengkap serta tes darah CA-125. Pemeriksaan ini dilakukan terutama untuk wanita
yang beresiko tinggi terkena kanker indung telur.