Minggu, 07 Desember 2014

Mengingat Kematian

Assalamua’aykum wr. wb.

Rejeki, jodoh, kematian sudah ditentukan oleh-Nya. Sebagai makhluk kita hanya bisa berbuat sebaik-baiknya untuk menjemput ridho-Nya. Beberapa hari ini di salah satu jejaring sosial yang saya punya, yakni di facebook ini banyak berita tentang kematian. Kadang jika mendengar berita tentang kematian seseorang yang mungkin “walaupun” tidak kenal secara personal namun tetap saja pengaruhnya membuat hati saya bergetar. Membuat tubuh merinding karena kematian bisa menimpa siapapun dan kapanpun.

Bagaimana tidak? Orang yang selalu eksis dan aktif di FB baik itu dengan “citra”nya yang baik, selalu membagikan tulisan-tulisan penuh makna tentang kebaikan dan sarat akan hikmah secara tidak terduga dengan cepat dipanggil oleh-Nya. Sungguh beruntung mereka yang sudah memanfaatkan jejaring sosial untuk hal yang bermanfaat bagi sesama. Terutama yang banyak mengingatkan akan Tuhannya. Sebaliknya adapula yang isi faceboonya berupa curhatan-curhatan, bahkan umpatan dan foto-foto diri yang tidak berhijab. Na’udzubillah. Disini saya bukan ingin menguak aib dari saudara sesama dan merasa paling benar, sungguh tidak. Namun hanya ingin instropeksi diri bahwa kematian bisa menimpa siapa saja, bukan hanya mereka. Karena pada akhirnya satu persatu dari kita pun akan dipanggil oleh-Nya. Toh saudara kita yang terlihat “tidak baik” tidak sepantasnya kita olok karena bisa jadi yang terlihat buruk itulah yang terbaik disisi-Nya, kita tak pernah tau. Hanya bisa berusaha untuk terus memperbaiki diri.

Cukuplah kematian menjadi penasehat terbaik. Selalu bersiap diri  dan mengingat kematian, itulah kunci hidup di dunia. Agar tidak lalai, agar tidak silau dengan gemerlapnya dunia. Sudahkah Anda siap jika dipanggil oleh-Nya?

Pertanyaan besar untuk saya, dan mungkin juga untuk Anda. Silahkan kita jawab sendiri-sendiri
Semoga kita bisa kembali ke sisi-Nya dalam keadaan terbaik dan khusnul khatimah. Aameen.

Reni Fee



Wassalamu’alaykum wr wb