Assalamua’aykum
wr. wb.
Rejeki,
jodoh, kematian sudah ditentukan oleh-Nya. Sebagai makhluk kita hanya bisa
berbuat sebaik-baiknya untuk menjemput ridho-Nya. Beberapa hari ini di salah
satu jejaring sosial yang saya punya, yakni di facebook ini banyak berita
tentang kematian. Kadang jika mendengar berita tentang kematian seseorang yang
mungkin “walaupun” tidak kenal secara personal namun tetap saja pengaruhnya
membuat hati saya bergetar. Membuat tubuh merinding karena kematian bisa
menimpa siapapun dan kapanpun.
Bagaimana
tidak? Orang yang selalu eksis dan aktif di FB baik itu dengan “citra”nya yang
baik, selalu membagikan tulisan-tulisan penuh makna tentang kebaikan dan sarat
akan hikmah secara tidak terduga dengan cepat dipanggil oleh-Nya. Sungguh beruntung
mereka yang sudah memanfaatkan jejaring sosial untuk hal yang bermanfaat bagi sesama.
Terutama yang banyak mengingatkan akan Tuhannya. Sebaliknya adapula yang isi
faceboonya berupa curhatan-curhatan, bahkan umpatan dan foto-foto diri yang tidak
berhijab. Na’udzubillah. Disini saya bukan ingin menguak aib dari saudara sesama dan merasa paling benar, sungguh tidak. Namun hanya ingin instropeksi diri bahwa kematian bisa menimpa siapa saja,
bukan hanya mereka. Karena pada akhirnya satu persatu dari kita pun akan
dipanggil oleh-Nya. Toh saudara kita yang terlihat “tidak baik” tidak sepantasnya
kita olok karena bisa jadi yang terlihat buruk itulah yang terbaik disisi-Nya,
kita tak pernah tau. Hanya bisa berusaha untuk terus memperbaiki diri.
Cukuplah
kematian menjadi penasehat terbaik. Selalu bersiap diri dan mengingat kematian, itulah kunci hidup di
dunia. Agar tidak lalai, agar tidak silau dengan gemerlapnya dunia. Sudahkah
Anda siap jika dipanggil oleh-Nya?
Pertanyaan
besar untuk saya, dan mungkin juga untuk Anda. Silahkan kita jawab
sendiri-sendiri
Semoga
kita bisa kembali ke sisi-Nya dalam keadaan terbaik dan khusnul khatimah.
Aameen.
Reni
Fee
Wassalamu’alaykum
wr wb