1. Benalu
Teh (Loanthus Parasiticus)
Benalu teh merupakan
tanaman parasit yang tumbuh pada tanaman teh. Disebut juga benalu atau parsilan
dalam bahasa jawa-sunda. Tinggi tanaman ini berkisar antara 10 hingga 50 cm. batangnya
berbentuk bulat berwarna agak hijau kecoklatan. Daunnya berbentuk clips,
bertangkai warnanya hijau serta mempunyai letak yang saling berhadapan. Bunganya
berwarna merah yang muncul pada ketiak daun serta memiliki biji yang mengandung
getah.
Kandungan
avicularin atau senyawa flavonoid berkhasiat sebagai obat anti kanker. Ekstrak dari
benalu teh telah dibuktikan mampu menghambat perbanyakan dan penyebaran sel
kanker. Ia juga memiliki efek menenangkan serta meluruhkan air seni. Selain itu,
benalu juga dapat digunakan sebagai obat sakit pinggang, kekakuan punggung,
memperbesar pembuluh arteri jantung, pencegah keguguran, anti demam, anti
radang serta dapat mencegah osteoporosis. Seluruh bagian dari tanaman ini dapat digunakan untuk sebagai obat anti
kanker. Benalu teh dalam bentuk ekstrak telah banyak dijual di toko-toko jamu.
2. Jali
(Coix lacryma-jobi Linn.)
Tanaman ini
merupakan sejenis tanaman rumput yang tumbuh secara menahun dan berumpun
banyak. Seluruh bagian dari tanaman ini dapat dimanfaatkan sebagai obat. Namun biasanya
yang banyak dimanfaatkan adalah bagian buah dan bijinya. Rasanya agak manis dan
sedikit dingin, sedangkan bijinya terasa tawar.
Kandungan tanaman
jali terutaman pada akar dan bijinya ialah coixol, coicin, coixinolide, asam glutamat,
asam sterorat, asam palmitate, histidin, arginin, tajin, beta-sitosterol dan
phytin. Selain itu ia juga mengandung lemak dan protein, juga karbohidrat dan
beberapa vitamin.
Biji dan akarnya
bisa mengganggu dan menghambat pertumbuhan sel kanker sekaligus menigkatkan
fungsi hormonal. Disamping itu ia juga berkhasiat untuk memperkuat limpa,
meluruhkan kencing, antiradang dan mengeluarkan nanah.
3. Bidara
Upas (Merremia mammosa Hall.)
Dalam bahasa
Ambon ia dijuluki sebagai hailale, sedangkan dalam bahasa jawa disebut bidara
upas atau blanar. Bidara upas merupakan sejenis tanaman umbi-umbian. Daunnya mirip
dengan ubi jalar. Semua bagian batang dan daunnya bergetah. Bunganya mirip
seperti bunga kecubung yang berukuran agak besar yang berwarna putih, bentuknya loncneg dan berkelopak hijau. Umbi memanjang
kemudian bulat. Sebanyak 6 hingga 7 umbi berkumpul menjadi satu dengan ukuran
sebesar kentang. Kulitnya berwarna kuning kecoklatan, tebal dan bergetah.
Umbi bidara upas
banyak mengandung berbagai komponen kimia yang dapat digunakan sebagai obat
seperti laktagogum, antidiabetikum, resin dan pati. Khasiat dari tanaman ini
adalah sebagai penghambat pertumbuhan sel kanker, analgetik, antiradang,
penghilang bengkak, pencahar, penghenti pendarahan, penetral racun serta
penurun kadar gula.
Biasanya tanaman
ini banyak dimanfaatkan adalah daun dan umbinya. Bidara upas banyak
dimanfaatkan sebagai ramuan kanker karena banyak mengandung zat antikanker. Rasanya
tawar, getar dan kelat.
4. Buah Makasar
(Brucea Javanica (L.) Mer.)
Dalam bahasa Jawa
tanaman ini disebut denga kwalot, dalam bahasa Sumatera adalah tambar sipago,
dadih-dadih, sikalur dan belur. Dalam bahasa Sunda disebut kuwalot, kendung
peucang, ki padesa. Sedangkan dalam bahasa Makasar ialah tambara marica dan
dalam bahasa Ambon ialah nagas.
Buah Makassar merupakan
tumbuhan liar yang banyak ditemukan di dalam hutan. Namun ternyata buah ini
juga banyak dimanfaatkan sebagai tanaman pagar. Tanaman ini merupakan tanaman
perdu yang dapat hidup menahun. Tingginya dapat mencapai 2,5 meter. Bagian yang
paling banyak digunakan sebagai obat antikanker ialah bagian buahnya. Rasanya pahit
dan bersifat racun. Karena itu penggunaan buah ini harus sesuai dosis anjuran.
Kandungannya ialah
alkaloid, phenol, brutasol, tanin, brucein dan glikosida. Daging buahnya
mengandung asam oleat, asam linoleat, asam stearate, minyak lemak dan asam
palmitoleat. Khasiat buah ini sudah banyak dibuktikan sebagai obat kanker
rahim, antiradang, penghilang bengkak, penghilang rasa nyeri, obat keputihan,
anti racun dan penyejuk.
5. Jombang
(Taraxacum officinale Weber et Wiggers)
Dalam bahasa
Jawa, tanaman jombang ini dinamakan taraksakum. Ia merupakan tanaman yang
tumbuh menahun dan tumbuh liar di daerah yang agak dingin. Berbatang semu serta
daunnya membentuk roset akar dengan pangkal rebah menutupi tanah. Bunganya
tunggal dan bertangkai panjang serta berambut. Warna bunganya kuning dan
buahnya kecil-kecil panjang.
Jombang mengandung
senyawa inulin, pectin, choline, taraxol, taraxterol, taraxerol, lukosa,
beta-sitosterol, coumestrol, lutein, plastoquinone, violaxanthin, vitamin C dan
D, asam folat, betaol, amidol dan flavoxantin. Senyawa yang terkandung dalam
tanaman ini bisa dimanfaatkan sebagai antibiotic, antiradang, anti kanker dan
penghilang bengkak, peluruh kencing dan penghancur tumor, pengiat lambung,
penghilang panas penambah nafsu makan, dan enurun kadar gula darah.
7. Komprey
(Symphytum offinalle L.)
Komprey adalah
tanaman herbal yang mempunyai batang pendek. Tingginya berkisar anatar 20
hingga 50 cm. Buahnya bulat dan agak keras berwarna kehitaman. Setiap buahnya
memiliki 4 biji. Bagian dari tanaman ini yang banyak dimanfaatkan ialah akar
dan daun. Rasanya agak pahit, tawar dan dingin.
Rumput mutiara merupakan tanaman menahun yang berupa semak. Bagian tanaman yang banyak dimanfaatkan sebagai obat antikanker ialah seluruh bagian tubuh. Banyak toko jamu yag telah menyediakan tumbuhan ini dalam bentuk tabler maupun kapsul. Rumput mutiara berasa agak pahit manis, lembut dan bersifat dingin.
6. Keladi
tikus (Typhonium flagelliforme)
Keladi tikus
merupakan tanaman sejenis talas yang banyak ditemukan di pulau Jawa. Batangnya
berwarna hijau keputihan. Umbi berwarna kecokelatan dengan berat sekitar 15
hingga 20 gram. Bagian yang paling banyak dimanfaatkan sebagai obat kanker
ialah daun, batang dan umbinya.
Berdasarkan
penelitian seorang ahli di Malaysia telah dibuktikan bahwa ekstrakdan cairan
keladi tikus bisa menghentikan dan mengobati berbagai penyakit kanker.
Kandungan senyawa aktif dari tanaman ini mampu memacu mekanisme alami tubuh
sehingga memperkuat daya tahan tubuh. Dari mekanisme alami tersebut pertumbuhan
sel dapat dihambat.
Komprey adalah
tanaman herbal yang mempunyai batang pendek. Tingginya berkisar anatar 20
hingga 50 cm. Buahnya bulat dan agak keras berwarna kehitaman. Setiap buahnya
memiliki 4 biji. Bagian dari tanaman ini yang banyak dimanfaatkan ialah akar
dan daun. Rasanya agak pahit, tawar dan dingin.
Daun serta akar
dari komprey mengandung senyawa minyak atsiri, tanin, echimidine, symphytine, anadoline, alkaloid pyrrolizidine,
vitamin B1, vitamin C dan E. tanaman komprey ini berkhasiat sebagai
antireumatik dan antiradang. Dapat juga digunakan sebagai obat asam urat, patah
tulang, wasir berdarah serta batu ginjal.
8. Kunyit
putih (Kaempferia rotunda)
Kunyit putih
memiliki panjang daun anatar 20 hingga 30 cm. Lebarnya sekitar 7 hingga 10 cm.
bunganya keluar dari rimpang secara bergerombol dan berwarna keunguan. Akar
berdaging membentuk rimpang yang tidak terlalu besar. Jika rimpang dibelah maka
akan tampak berwarna putih pucat dan berserat halus.
Bagian yang banyak
dimanfaatkan sebagai obat antikanker ialah bagian rimpangnya. Rasanya pahit dan
sifatnya sejuk. Kandungan dalam kunyit putih ialah minyak atsiri sekitar 0,2 %.
Di dalam minyak atsiri tersebut terdapat senyawa aktif seperti sineol, metil kalifol, camphor, saponin,
flavonoid dan polifenol. Dalam
senyawa aktif tersebutlah yang bisa meningkatkan jumlah limfosit dan
meningkatkan antibodi serta mengendalikan pertumbuhan kanker. Selain itu
rimpang kunyit putih dapat dijadikan
sebagai antioksidan yang melindungi tubuh dari kerusakan sel.
9. Rumput
mutiara (Hedyotis corymbosa(L.))
Rumput mutiara merupakan tanaman menahun yang berupa semak. Bagian tanaman yang banyak dimanfaatkan sebagai obat antikanker ialah seluruh bagian tubuh. Banyak toko jamu yag telah menyediakan tumbuhan ini dalam bentuk tabler maupun kapsul. Rumput mutiara berasa agak pahit manis, lembut dan bersifat dingin.
Memiliki
kandungan senyawa aktif seperti iridoidgikosida,
krorogenin, alizarin dan antragaol. Mempunyai khasiat sebagai antikanker, antiradang,
peluruh kencing, serta pelancar peredaran darah. Rumput ini terbukti dapat
menghambat pertumbuhan sel kanker sehingga dapat meningkatkan daya tahan tubuh.
10. Sambiloto
(Andrographis paniculata)
Sambiloto ialah
tanaman herba semusim. Seluruh bagian tubuhnya dapat dimanfaatkan sebagai obat
antikanker. Mulai dari daun, batang, akar sampai bunganya. Namun bagian yang
paling banyak digunakan ialah batang dan daun. Memiliki rasa yang pahit dan
sifatnya dingin. Pemanfaatan dari tanaman ini sudah lebih praktis karena banyak
tersedia dalam bentuk tablet maupun kapsul.
Bagian batang
dan daunnya memiliki banyak kandungan zat laktone yang terdiri dari deoksiandrografolid, andrografolid,
homoandrografolid, 14-deoksi-11, 12-dehidroandrografolid dan neoandrografolid. Selain zat tersebut
juga ditemukan zat lain seperti aldehida,
alkane, flovanoid, tanin, keton, saponin dan mineral.
Sambiloto dapat
mencegah timbulnya sel tumor dan kanker. Bahkan ia mampu mematikan sel tumor
atau kanker yang telah tumbuh. Selain obat antikanker, sambiloto juga banyak
dimanfaatkan sebagai obat antibakteri dan penambah daya tahan tubuh
11. Sirih
(Piper betel L.)
Sirih merupakan
tanaman merayap dan berkayu. Bagian yang banyak digunakan sebagai obat ialah
daunnya. Dalam pengobatan kanker, terutama kanker pada alat kelamin wanita ia
hanya digunakan sebagai pembersih luka atau antiseptik.
Daun sirih
memiliki khasiat sebagai antiseptik, perangsang saraf dan obat koreng. Jika
dikonsumsi, sirih memiliki rasa yang pedas. Hasil dari rebusan daun sirih
digunakan untuk menghilangkan cairan yang berbau tidak sedap yang biasanya
keluar dari vagina.
12. Waru
landak (Hibiscus mutabilis L.)
Daun serta bunga pada waru landak mengandung senyawa yang dapat digunakan sebagai obat antikanker. Terutama pada kanker payudara, paru-paru dan kulit. Selain itu ia juga berkhasiat untuk menghilangkan bengkak, antibiotik, antiradang dan penurun panas. Senyawa yang terdapat dalam waru landak ialah hyperin, anthocyanin, rutin, hyperoside, spiraeoside, isoquerdtrin, tanin, asam amino, reducing sugar, quarcetin-4-glukoside, quercimeritriti dan cyanidin 3-rutinoside-5-glukoside.
Daun serta bunga pada waru landak mengandung senyawa yang dapat digunakan sebagai obat antikanker. Terutama pada kanker payudara, paru-paru dan kulit. Selain itu ia juga berkhasiat untuk menghilangkan bengkak, antibiotik, antiradang dan penurun panas. Senyawa yang terdapat dalam waru landak ialah hyperin, anthocyanin, rutin, hyperoside, spiraeoside, isoquerdtrin, tanin, asam amino, reducing sugar, quarcetin-4-glukoside, quercimeritriti dan cyanidin 3-rutinoside-5-glukoside.
13. Tapak
dara (Chataranthus roseus)
Tapak dara sudah teruji sebagai bahan pencegah dan penggembur sel kanker. Senyawa vinblastine dan vinkristin dapat menghambat perbanyakan serta penyebaran sel kanker. Sementara senyawa lainnya seperti cabtharantin dapat mendesak dan melarutkan inti dari sel kanker. Vinkristin dapat digunakan sebagai bahan pengobatan kanker bronkial, tumor ganas pada ginjal, kanker payudara serta berbagai jenis tumor ganas yang menyerang otot dan urat saraf.
Tapak dara sudah teruji sebagai bahan pencegah dan penggembur sel kanker. Senyawa vinblastine dan vinkristin dapat menghambat perbanyakan serta penyebaran sel kanker. Sementara senyawa lainnya seperti cabtharantin dapat mendesak dan melarutkan inti dari sel kanker. Vinkristin dapat digunakan sebagai bahan pengobatan kanker bronkial, tumor ganas pada ginjal, kanker payudara serta berbagai jenis tumor ganas yang menyerang otot dan urat saraf.







