Selasa, 02 Juli 2013

13 Jenis Tanaman Obat Antikanker

1. Benalu Teh (Loanthus Parasiticus)


Benalu teh merupakan tanaman parasit yang tumbuh pada tanaman teh. Disebut juga benalu atau parsilan dalam bahasa jawa-sunda. Tinggi tanaman ini berkisar antara 10 hingga 50 cm. batangnya berbentuk bulat berwarna agak hijau kecoklatan. Daunnya berbentuk clips, bertangkai warnanya hijau serta mempunyai letak yang saling berhadapan. Bunganya berwarna merah yang muncul pada ketiak daun serta memiliki biji yang mengandung getah.


Kandungan avicularin atau senyawa flavonoid berkhasiat sebagai obat anti kanker. Ekstrak dari benalu teh telah dibuktikan mampu menghambat perbanyakan dan penyebaran sel kanker. Ia juga memiliki efek menenangkan serta meluruhkan air seni. Selain itu, benalu juga dapat digunakan sebagai obat sakit pinggang, kekakuan punggung, memperbesar pembuluh arteri jantung, pencegah keguguran, anti demam, anti radang serta dapat mencegah osteoporosis. Seluruh bagian dari tanaman ini  dapat digunakan untuk sebagai obat anti kanker. Benalu teh dalam bentuk ekstrak telah banyak dijual di toko-toko jamu.

2. Jali (Coix lacryma-jobi Linn.)

Tanaman ini merupakan sejenis tanaman rumput yang tumbuh secara menahun dan berumpun banyak. Seluruh bagian dari tanaman ini dapat dimanfaatkan sebagai obat. Namun biasanya yang banyak dimanfaatkan adalah bagian buah dan bijinya. Rasanya agak manis dan sedikit dingin, sedangkan bijinya terasa tawar.

Kandungan tanaman jali terutaman pada akar dan bijinya ialah coixol, coicin, coixinolide, asam glutamat, asam sterorat, asam palmitate, histidin, arginin, tajin, beta-sitosterol dan phytin. Selain itu ia juga mengandung lemak dan protein, juga karbohidrat dan beberapa vitamin.

Biji dan akarnya bisa mengganggu dan menghambat pertumbuhan sel kanker sekaligus menigkatkan fungsi hormonal. Disamping itu ia juga berkhasiat untuk memperkuat limpa, meluruhkan kencing, antiradang dan mengeluarkan nanah.


3. Bidara Upas (Merremia mammosa Hall.)


Dalam bahasa Ambon ia dijuluki sebagai hailale, sedangkan dalam bahasa jawa disebut bidara upas atau blanar. Bidara upas merupakan sejenis tanaman umbi-umbian. Daunnya mirip dengan ubi jalar. Semua bagian batang dan daunnya bergetah. Bunganya mirip seperti bunga kecubung yang berukuran agak besar yang berwarna putih,  bentuknya loncneg dan berkelopak hijau. Umbi memanjang kemudian bulat. Sebanyak 6 hingga 7 umbi berkumpul menjadi satu dengan ukuran sebesar kentang. Kulitnya berwarna kuning kecoklatan, tebal dan bergetah.

Umbi bidara upas banyak mengandung berbagai komponen kimia yang dapat digunakan sebagai obat seperti laktagogum, antidiabetikum, resin dan pati. Khasiat dari tanaman ini adalah sebagai penghambat pertumbuhan sel kanker, analgetik, antiradang, penghilang bengkak, pencahar, penghenti pendarahan, penetral racun serta penurun kadar gula.

Biasanya tanaman ini banyak dimanfaatkan adalah daun dan umbinya. Bidara upas banyak dimanfaatkan sebagai ramuan kanker karena banyak mengandung zat antikanker. Rasanya tawar, getar dan kelat.

4.  Buah Makasar (Brucea Javanica (L.) Mer.)


Dalam bahasa Jawa tanaman ini disebut denga kwalot, dalam bahasa Sumatera adalah tambar sipago, dadih-dadih, sikalur dan belur. Dalam bahasa Sunda disebut kuwalot, kendung peucang, ki padesa. Sedangkan dalam bahasa Makasar ialah tambara marica dan dalam bahasa Ambon ialah nagas.

Buah Makassar merupakan tumbuhan liar yang banyak ditemukan di dalam hutan. Namun ternyata buah ini juga banyak dimanfaatkan sebagai tanaman pagar. Tanaman ini merupakan tanaman perdu yang dapat hidup menahun. Tingginya dapat mencapai 2,5 meter. Bagian yang paling banyak digunakan sebagai obat antikanker ialah bagian buahnya. Rasanya pahit dan bersifat racun. Karena itu penggunaan buah ini harus sesuai dosis anjuran.

Kandungannya ialah alkaloid, phenol, brutasol, tanin, brucein dan glikosida. Daging buahnya mengandung asam oleat, asam linoleat, asam stearate, minyak lemak dan asam palmitoleat. Khasiat buah ini sudah banyak dibuktikan sebagai obat kanker rahim, antiradang, penghilang bengkak, penghilang rasa nyeri, obat keputihan, anti racun dan penyejuk.

5.  Jombang (Taraxacum officinale Weber et Wiggers)


Dalam bahasa Jawa, tanaman jombang ini dinamakan taraksakum. Ia merupakan tanaman yang tumbuh menahun dan tumbuh liar di daerah yang agak dingin. Berbatang semu serta daunnya membentuk roset akar dengan pangkal rebah menutupi tanah. Bunganya tunggal dan bertangkai panjang serta berambut. Warna bunganya kuning dan buahnya kecil-kecil panjang.


Jombang mengandung senyawa inulin, pectin, choline, taraxol, taraxterol, taraxerol, lukosa, beta-sitosterol, coumestrol, lutein, plastoquinone, violaxanthin, vitamin C dan D, asam folat, betaol, amidol dan flavoxantin. Senyawa yang terkandung dalam tanaman ini bisa dimanfaatkan sebagai antibiotic, antiradang, anti kanker dan penghilang bengkak, peluruh kencing dan penghancur tumor, pengiat lambung, penghilang panas penambah nafsu makan, dan enurun kadar gula darah. 

6. Keladi tikus (Typhonium flagelliforme)


Keladi tikus merupakan tanaman sejenis talas yang banyak ditemukan di pulau Jawa. Batangnya berwarna hijau keputihan. Umbi berwarna kecokelatan dengan berat sekitar 15 hingga 20 gram. Bagian yang paling banyak dimanfaatkan sebagai obat kanker ialah daun, batang dan umbinya.

Berdasarkan penelitian seorang ahli di Malaysia telah dibuktikan bahwa ekstrakdan cairan keladi tikus bisa menghentikan dan mengobati berbagai penyakit kanker. Kandungan senyawa aktif dari tanaman ini mampu memacu mekanisme alami tubuh sehingga memperkuat daya tahan tubuh. Dari mekanisme alami tersebut pertumbuhan sel dapat dihambat.

7.  Komprey (Symphytum offinalle L.)


Komprey adalah tanaman herbal yang mempunyai batang pendek. Tingginya berkisar anatar 20 hingga 50 cm. Buahnya bulat dan agak keras berwarna kehitaman. Setiap buahnya memiliki 4 biji. Bagian dari tanaman ini yang banyak dimanfaatkan ialah akar dan daun. Rasanya agak pahit, tawar dan dingin.

Daun serta akar dari komprey mengandung senyawa minyak atsiri, tanin, echimidine, symphytine, anadoline, alkaloid pyrrolizidine, vitamin B1, vitamin C dan E. tanaman komprey ini berkhasiat sebagai antireumatik dan antiradang. Dapat juga digunakan sebagai obat asam urat, patah tulang, wasir berdarah serta batu ginjal.

8. Kunyit putih (Kaempferia rotunda)


Kunyit putih memiliki panjang daun anatar 20 hingga 30 cm. Lebarnya sekitar 7 hingga 10 cm. bunganya keluar dari rimpang secara bergerombol dan berwarna keunguan. Akar berdaging membentuk rimpang yang tidak terlalu besar. Jika rimpang dibelah maka akan tampak berwarna putih pucat dan berserat halus.

Bagian yang banyak dimanfaatkan sebagai obat antikanker ialah bagian rimpangnya. Rasanya pahit dan sifatnya sejuk. Kandungan dalam kunyit putih ialah minyak atsiri sekitar 0,2 %. Di dalam minyak atsiri tersebut terdapat senyawa aktif seperti sineol, metil kalifol, camphor, saponin, flavonoid dan polifenol. Dalam senyawa aktif tersebutlah yang bisa meningkatkan jumlah limfosit dan meningkatkan antibodi serta mengendalikan pertumbuhan kanker. Selain itu rimpang kunyit putih dapat dijadikan  sebagai antioksidan yang melindungi tubuh dari kerusakan sel.



9. Rumput mutiara (Hedyotis corymbosa(L.))


Rumput mutiara merupakan tanaman menahun yang berupa semak. Bagian tanaman yang banyak dimanfaatkan sebagai obat antikanker ialah seluruh bagian tubuh. Banyak toko jamu yag telah menyediakan tumbuhan ini dalam bentuk tabler maupun kapsul. Rumput mutiara berasa agak pahit manis, lembut dan bersifat dingin.

Memiliki kandungan senyawa aktif seperti iridoidgikosida, krorogenin, alizarin dan antragaol. Mempunyai khasiat sebagai antikanker, antiradang, peluruh kencing, serta pelancar peredaran darah. Rumput ini terbukti dapat menghambat pertumbuhan sel kanker sehingga dapat meningkatkan daya tahan tubuh.

10.  Sambiloto (Andrographis paniculata)


Sambiloto ialah tanaman herba semusim. Seluruh bagian tubuhnya dapat dimanfaatkan sebagai obat antikanker. Mulai dari daun, batang, akar sampai bunganya. Namun bagian yang paling banyak digunakan ialah batang dan daun. Memiliki rasa yang pahit dan sifatnya dingin. Pemanfaatan dari tanaman ini sudah lebih praktis karena banyak tersedia dalam bentuk tablet maupun kapsul.

Bagian batang dan daunnya memiliki banyak kandungan zat laktone yang terdiri dari deoksiandrografolid, andrografolid, homoandrografolid, 14-deoksi-11, 12-dehidroandrografolid dan neoandrografolid. Selain zat tersebut juga ditemukan zat lain seperti aldehida, alkane, flovanoid, tanin, keton, saponin dan mineral.

Sambiloto dapat mencegah timbulnya sel tumor dan kanker. Bahkan ia mampu mematikan sel tumor atau kanker yang telah tumbuh. Selain obat antikanker, sambiloto juga banyak dimanfaatkan sebagai obat antibakteri dan penambah daya tahan tubuh

11. Sirih (Piper betel L.)

Sirih merupakan tanaman merayap dan berkayu. Bagian yang banyak digunakan sebagai obat ialah daunnya. Dalam pengobatan kanker, terutama kanker pada alat kelamin wanita ia hanya digunakan sebagai pembersih luka atau antiseptik.

Daun sirih memiliki khasiat sebagai antiseptik, perangsang saraf dan obat koreng. Jika dikonsumsi, sirih memiliki rasa yang pedas. Hasil dari rebusan daun sirih digunakan untuk menghilangkan cairan yang berbau tidak sedap yang biasanya keluar dari vagina.

12. Waru landak (Hibiscus mutabilis L.)


Daun serta bunga pada waru landak mengandung senyawa yang dapat digunakan sebagai obat antikanker. Terutama pada kanker payudara, paru-paru dan kulit. Selain itu ia juga berkhasiat untuk menghilangkan bengkak, antibiotik, antiradang dan penurun panas. Senyawa yang terdapat dalam waru landak ialah hyperin, anthocyanin, rutin, hyperoside, spiraeoside, isoquerdtrin, tanin, asam amino, reducing sugar, quarcetin-4-glukoside, quercimeritriti dan cyanidin 3-rutinoside-5-glukoside.


13.  Tapak dara (Chataranthus roseus)


Tapak dara sudah teruji sebagai bahan pencegah dan penggembur sel kanker. Senyawa vinblastine dan vinkristin dapat menghambat perbanyakan serta penyebaran sel kanker. Sementara senyawa lainnya seperti cabtharantin dapat mendesak dan melarutkan inti dari sel kanker. Vinkristin dapat digunakan sebagai bahan pengobatan kanker bronkial, tumor ganas pada ginjal, kanker payudara serta berbagai jenis tumor ganas yang menyerang otot dan urat saraf.